Ditengah menjamurnya pasar modern yang menggerus laju pertumbuhan pasar tradisional, justru didesa Sidowarek Ngoro Jombang telah dibangun pasar tradisional baru yang dikelola oleh koperasi. Pasar tradisional yang lokasinya berada di KUD Anugerah desa Sidowarek Ngoro Kabupaten Jombang ini, dibangun dengan dana APBN sebesar 800 juta. Bangunannya terdiri dari 24 kios, lapak pasar tradisional dan tolilet. Pasar ini lahir sebagai wujud revitalisasi pasar tradisional melalui koperasi.
Pasar tradisional ini kemarin (4/2) pagi, diresmikan oleh Bupati Jombang Drs. H. Suyanto MM. Dihadiri sejumlah pejabat dilingkup pemkab Jombang dan Asisten Deputi Urusan Sarana Prasarana Pemasaran Kementrian Koperasi dan UMKM RI, Drs. Nyak Ubin Msi. Disampaikan oleh Nyak Ubin, dirinya sangat bangga dengan adanya pasar tradisional Sidowarek Ngoro Jombang, sebab dari 246 pasar yang dibangun oleh kementrian RI, baru pasar tradisional yang ada di Jombang inilah yang dikelola oleh KUD Anugerah dan dibangun dilahan milik koperasi.
“Kami berharap agar manajemen pasar tradisional ini dikembangkan dengan baik, jangan kalah dengan pasar modern”, tutur Nyak Ubin. Ditambahkan bahwa kelebihan dari pasar tradisional yang tidak dijumpai dipasar modern adalah adanya jalinan silaturahim dan keterikatan emosional antara penjual dan pembeli.
Bupati Jombang Drs. H. Suyanto MM dalam sambutannya mengajak KUD untuk tetap bersemangat membangun manajerial yang sehat dan profesional. Selain itu KUD juga harus membangun sinergitas dengan kelompok tani. Terkait dengan pasar tradisional yang dikelola koperasi, Bupati Suyanto menilai KUD Anugerah potensinya luar biasa. “Tinggal bagaimana mengendalikan pedal kas dan pedal rem sehingga laju KUD ini bisa berjalan dengan cepat tapi tetap stabil”, tandasnya.
Diharapkan juga akan tumbuh koperasi pasar yang lain di Jombang. Bupati berpesan jangan sampai ada lembaga baru yang akan mengelola pasar tradisional di Sidowarek Ngoro ini. “KUD Anugerah harus dibekali independensi untuk mengelola pasar tradisional ini yang tidak bisa diintervensi oleh unit lain, biarkan ini semakin berkembang dengan pendekatan sosiologis”, tandas Bupati dua periode ini. Hadir juga dalam peresmian itu wakil Bupati Jombang, Ketua DPRD, muspida beserta ibu.(Wati_SJAM)
Jombang, 4 Pebruari 2012
BAGIAN HUMAS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar